Askep Depresi - Depresi merupakan gangguan dalam perasaan yang berat dan dimanifestasikan dengan gangguan fungsi sosial dan fungsi fisik yang hebat, lama dan menetap pada individu yang bersangkutan.

Depresi merupakan reaksi yang normal bila berlangsung dalam waktu yang pendek dengan adanya faktor pencetus yang jelas, lama dan dalamnya depresi sesuai dengan faktor pencetusnya. Depresi merupakan gejala psikotik bila keluhan yang bersangkutan tidak sesuai lagi dengan realitas, tidak dapat menilai realitas dan tidak dapat dimengerti oleh orang lain. Demikian yang dimaksud dengan pengertian depresi itu sendiri.

Setelah kita mengenal akan depresi menurut terminologi medis, pada Blog Keperawatan akan mencoba sharing sedikir mengenai askep depresi dan semoga dengan adanya askep depresi ini bisa berguna serta dapat memberikan manfaat.

Dalam melaksanakan asuhan keperawatan depresi maka tahap pertama yang dilakukan adalah dengan melaksanakan pengkajian dan data yang dikaji untuk pertama kali adalah data subyektif dan juga data obyektif.


Data subyektif yang biasanya di dapat pada pengkajian askep depresi adalah :
  1. Tidak bisa mengungkapkan pendapat dan malas untuk berkomunikasi.
  2. Mudah tersinggung dan juga ketidakmampuan untuk berkonsentrasi pada suatu hal.
  3. Merasakan hidup sendiri, tidak berguna dan putus asa.
Data obyektif yang didapat saat pengkajian askep depresi diantaranya yaitu :
  1. Ekspresi wajah murung dan tidak bersemangat.
  2. Tampak malas, lelah, kurang nafsu makan.
  3. Mudah tersinggung dan mudah marah.
  4. Daya konsentrasi menurun.
Setelah kita melakukan pengkajian pada asuhan keperawatan pasien depresi langkah selanjutnya adalah dengan menetapkan diagnosa keperawatan.

Diagnosa Keperawatan yang muncul pada pasien dengan depresi adalah resiko mencederai diri sendiri berhubungan dengan depresi.
Tujuan yang diharapkan : Pasien tidak mencederai diri sendiri serta dapat membina hubungan saling percaya.
Intervensi Keperawatan pasien dengan depresi diantaranya yaitu :
  1. Perkenalkan diri dengan klien dengan cara menyapa klien dengan ramah, baik verbal dan non verbal, selalu kontak mata selama interaksi dan perhatikan kebutuhan dasar klien.
  2. Lakukan interaksi dengan pasien sesering mungkin dengan sikap empati
  3. Dengarkan pemyataan pasien dengan sikap sabar empati dan lebih banyak memakai bahasa non verbal. Misalnya: memberikan sentuhan, anggukan.
  4. Perhatikan pembicaraan pasien serta beri respons sesuai dengan keinginannya
  5. Bicara dengan nada suara yang rendah, jelas, singkat, sederhana dan mudah dimengerti
  6. Terima pasien apa adanya tanpa membandingkan dengan orang lain.
  7. Klien dapat menggunakan koping adaptif
  8. Beri dorongan untuk mengungkapkan perasaannya dan mengatakan bahwa perawat memahami apa yang dirasakan pasien.
  9. Tanyakan kepada pasien cara yang biasa dilakukan mengatasi perasaan sedih/menyakitkan
  10. Diskusikan dengan pasien manfaat dari koping yang biasa digunakan
  11. Bersama pasien mencari berbagai alternatif koping.
  12. Beri dorongan kepada pasien untuk memilih koping yang paling tepat dan dapat diterima
  13. Beri dorongan kepada pasien untuk mencoba koping yang telah dipilih.
  14. Anjurkan pasien untuk mencoba alternatif lain dalam menyelesaikan masalah.
Demikian tadi sahabat sedikit mengenai askep depresi dan semoga bisa berguna serta dapat memberikan manfaat.

0 komentar: